Kamis, 08 Desember 2011

Perubahan Materi

Pada bahasan kali ini dibahas tentang perubahan materi, baik secara fisika maupun secara kimia. Bahasan ini tidak terlepas dari sifat fisika suatu zat dan sifat kimia suatu zat. Perubahan dapat diketahui dari perbedaan keadaan awal dan keadaan akhir materi setelah mengalami perubahan. Keadaan yang dimaksud meliputi sifat-sifat maupun strukturnya.

  1. Perubahan Fisika
    Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak diikuti dengan pembentukan materi baru. Contohnya adalah peristiwa es mencair ataupun membeku. Pada peristiwa tersebut, meskipun terjadi proses mencair ataupun membeku, namun sifat airnya (H2O) tidak berubah. Perubahan fisika bersifat reversibel (dapat kembali ke wujud semula)

    Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan fisika dapat kita amati pada:
    • Peristiwa Perubahan Fisika karena Perubahan Wujud
      Contoh perubahan fisika karena perubahan wujud, antara lain:
      • Es yang berwujud padat jika dibiarkan di tempat terbuka akan berubah wujud menjadi air.
      • Air jika dipanaskan akan berubah wujud menjadi uap.
      • Embun terjadi karena uap air di udara melepaskan panas dan menjadi air.
      • Kapur barus jika dibiarkan di tempat terbuka akan menyublim menjadi gas.
    • Peristiwa Perubahan Fisika karena Perubahan Bentuk
      Contohnya adalah perubahan materi dari aluminium menjadi teko, sendok, dan panci. Atau dapat juga pada peristiwa perubahan kayu menjadi kursi, meja, lemari.
    • Peristiwa Perubahan Fisika karena Perubahan Ukuran
      Contoh: biji kopi digiling menjadi serbuk kopi dan batu dipecah-pecah. Sifat kopi tidak berubah, yang berubah hanya ukurannya. Demikian juga dengan batu yang dipecah-pecah.
    • Peristiwa Perubahan Fisika karena Perubahan Volume
      Contoh: raksa atau alkohol dalam termometer memuai jika menyentuh permukaan yang panas sehingga dapat digunakan sebagai pengukur suhu. Sifat raksa dan alkohol tidak berubah meskipun mengalami pemuaian.
    • Peristiwa Perubahan Fisika karena Perubahan Bentuk Energi
      Dengan prinsip bahwa energi tidak dapat dihilangkan dan juga tidak dapat diciptakan. Energi hanya dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk lain. Contoh: lampu pijar menyaladan kipas angin berputar.
    • Peristiwa Perubahan Fisika karena Pelarutan
      Contoh: perasan air jeruk yang dicampur ke dalam air dingin. Sehubungan perasan air jeruk tidak berubah rasanya setelah dicampur dengan air dingin, maka dikategorikan ke dalam perubahan fisika.
  2. Perubahan Kimia
    Perubahan kimia adalah perubahan materi yang biasanya diikuti pembentukan materi baru. Contohnya adalah peristiwa pembakaran kertas yang berubah menjadi abu setelah dibakar. Perubahan kimia bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke wujud semula)

    Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan fisika dapat kita amati pada:
    • Peristiwa Perubahan Kimia karena Pembakaran
      Contoh:  Bahan makanan yang telah dimakan diproses dalam tubuh dengan cara pembakaran sehingga menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
    • Peristiwa Perubahan Kimia karena Perkaratan
      Contoh: Paku yang terbuat dari besi jika bereaksi dengan udara dan air, maka besi (Fe) tersebut dapat berubah menjadi karat besi (Fe2O3 ⋅ nH2O). Sifat besi dan karat besi sangat berbeda. Besi mempunyai sifat yang kuat, sedangkan karat besi mempunyai sifat yang rapuh.
      Faktor-faktor yang mempercepat proses perkaratan antara lain:
      a) adanya uap air (udara yang lembap),
      b) adanya uap garam atau asam di udara,
      c) permukaan logam yang tidak rata,
      d) singgungan dengan logam lain.

      Peristiwa perkaratan pada besi dapat dicegah dengan cara:
      • menghindarkan kontak langsung antara benda yang terbuat dari besi dengan oksigen atau air. Ini dapat dilakukan dengan cara mengecat, melumuri besi dengan oli, membalut besi dengan plastik, atau melapisi besi dengan timah; 
      • memperhalus permukaan logam, misalnya diamplas; 
      • mencegah logam agar tidak terkena uap garam atau asam;
        menyimpan logam di tempat kering.
    • Peristiwa Perubahan Kimia karena Pembusukan
      Contoh : Apel yang dibiarkan di tempat terbuka dalam waktu yang lama akan busuk. Pembusukan adalah peristiwa perubahan kimia karena mikroorganisme. Pada apel yang membusuk, apel berubah menjadi bau, berlendir, dan mengeluarkan gas. Oleh karena sifat apel setelah membusuk berbeda dengan apel sebelum membusuk, maka peristiwa pembusukan apel dapat dikatakan sebagai perubahan kimia.

Link terkait
Sifat Fisika Suatu Zat
Sifat Kimia Suatu Zat
Metode Pemisahan Campuran
Reaksi Kimia