Senin, 05 Desember 2011

Nama dan Rumus Kimia

Sama halnya dengan unsur kimia, senyawa kimia diberi nama dan lambang agar memudahkan untuk dipelajari. Sebagai contoh, amoniak adalah nama senyawa, sementara rumus senyawa amoniak adalah NH3. Artinya adalah bahwa amoniak tersusun 1 satu atom nitrogen (N) dan 3 atom hidrogen (H), sehingga ditulis dengan NH3. Contoh lain adalah molekul air yang tersusun atas 2 atom hidrogen (H) dan 1 atom oksigen (O), sehingga rumus kimia air adalah H2O.

Dalam kimia, semua senyawa ditulis menggunakan lambang yang menunjukkan jenis unsur penyusunnya berikut komposisinya. Nah, lambang dari suatu senyawa dinamakan dengan rumus kimia.
Beberapa materi yang terdapat pada alam berbentuk molekul. Misalnya gas oksigen (O2), gas nitrogen (N2), uap fosfor (P4), dan uap belerang (S8). 

Di bawah adalah contoh nama senyawa dan rumus kimianya.
Nama Senyawa Rumus Kimia Komposisi Atom
Amonia NH3 1 atom N dan 3 atom H
Asam cuka CH3COOH 1 atom C, 4 atom H, dan  2 atom O
Asam klorida HCl 1 atom H dan 1 atom Cl
Asam sulfat H2SO4 2 atom H, 1 atom S, dan 4 atom O
Dinitrogen trioksida N2O3 2 atom N, 3 atom O
Gula pasir C12H22O11 12 atom O, 22 atom H, 11 atom O
Karbon dioksida CO2 1 atom C, 2 atom O
Karbon monoksida CO 1 atom C, 1 atom O
Urea CO (NH2)2 1 atom C, 1 atom O, 2 atom N, 4 atom H

Sehubungan dengan senyawa di dunia ini sangatlah banyak, maka diperlukan sebuah aturan untuk penamaannya.

Di bawah ini hanya akan dibahas tentang sistem penamaan senyawa biner antara sesama logam dan antar logam dan non logam yang hanya terdiri dari 2 jenis unsur saja.

a. Senyawa Biner dari Sesama Logam
Aturan penulisan senyawa biner dari sesama nonlogam adalah sebagai berikut.
  1. Unsur nonlogam yang terdapat di sebelah kiri pada urutan berikut, dituliskan terlebih dahulu.
    B - Si - C - S - As - P - N - H - S - I - Br - Cl - O - F
    Sebagai contoh, rumus kimia karbon dioksida dituliskan CO2 bukan O2C atau rumus kimia air dituliskan sebagai H2 O bukan OH2 .
  2.  Nama senyawa biner dari dua jenis unsur nonlogam diambil dari rangkaian nama kedua jenis unsur tersebut dan diberi akhiran -ida pada nama unsur yang kedua.
    Contoh
    CO : karbon monoksida
    CaO : kalsium oksida
  3. Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa, nama unsur tersebut dibedakan dengan menyebut angka dalam bahasa latin, seperti yang ditunjukkan pada Tabel berikut:

    Angka Bahasa Latin
    1 mono
    2 di
    3 tri
    4 tetra
    5 penta
    6 heksa
    7 hepta
    8 okta
    9 nona
    10 deka
     
    Contoh:
    CO : karbon monoksida
    CO2 : karbon dioksida
    NO2 : nitrogen dioksida
    N2O3 : dinitrogen trioksida
b. Senyawa Biner dari Logam dan Nonlogam
Aturan penulisan senyawa biner dari logam dan nonlogam adalah unsur logam ditulis terlebih dahulu
Contoh:
Garam dapur terdiri atas unsur logam (natrium) dan unsur nonlogam (klorin). Oleh karena itu rumus kimia garam dapur dituliskan NaCl (natrium klorida).

Rumus kimia dibedakan menjadi dua, yaitu rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris adalah perbandingan paling sederhana dari atom-atom yang membentuk senyawa. Contoh rumus empiris amoniak adalah NH3. Rumus kimia sesungguhnya dapat sama dengan rumus empiris atau kelipatan dari rumus empirisnya. Rumus sesungguhnya amoniak sama dengan rumus empirisnya, yaitu NH3. Sementara rumus molekul dapat didefinisikan sebagai rumus kimia yang menyatakan perbandingan jumlah atom sesungguhnya dari atom-atom yang menyusun suatu molekul. Contoh Rumus sesungguhnya dari asetilena adalah C2H2, yang merupakan kelipatan dua dari rumus empirisnya, yaitu CH. Untuk senyawa molekuler, penting untuk diketahui berapa jumlah atom yang terdapat dalam setiap molekulnya. Dengan demikian, rumus empiris dan rumus molekul memiliki kesamaan dalam hal jenis unsurnya. Perbedaannya terletak pada perbandingan relatif jumlah unsur yang menyusun senyawa itu.

Hubungan antara rumus empiris dan rumus molekul dari beberapa senyawa dapat diamati melalui tabel berikut:
Nama Senyawa Rumis Kimia Rumus Empiris
Air H2O H2O
Butana C4H10 (C2H5)n => n = 2
Etana C2H6 (CH3)n => n = 2
Etena C2H4 (CH2)n => n = 2
Etuna C2H2 (CH)n => n = 2
Glukosa C6H12O6 (CH2O)n => n = 6