Senin, 05 Desember 2011

Identifikasi Asam, Basa, Garam

Untuk mengidentifikasi asam, basa atau garam dapat digunakan indikator (indikator alami dan indikator buatan).
  1. Indikator alami
    Indikator alami adalah indikator yang terdapat bebas pada alam yang dapat digunakan untuk menentukan sifat asam, basa, dan garam suatu zat antara lain kulit manggis, bunga sepatu, dan kubis ungu. Untuk menjadikan indikator alami, maka kulit manggis, bunga sepatu, dan kubis ungu terlebih dahulu dibuat ekstrak dengan cara menghaluskannya dan menambahkan air.
    Ekstrak kulit manggis pada keadaan netral berwarna ungu. Jika ekstrak kulit manggis ditetesi larutan asam, maka warna ungu akan berubah menjadi cokelat kemerahan. Dan jika ditetesi larutan basa akan berubah menjadi biru kehitaman.
  2. Indikator buatan
    Indikator buatan untuk mengidentifikasi asam, basa, dan garam antara lain kertas lakmus, kertas indikator, bahan indikator, dan pH meter.
    Dalam penggunaan kertas lakmus, jika kertas lakmus biru dicelupkan ke larutan asam, maka akan berubah menjadi merah. Sedangkan jika kaertas lakmus merah dicelupkan ke larutan basa, maka akan berubah menjadi biru.
    Selain kertas lakmus, dapat juga menggunakan indikator buatan yang lainnya seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

    No Indikator Trayek pH Perubahan Warna
    1 Fenolftaleine 8,3 - 10,0 tak berwarna ke merah
    2 Bromtimol biru 6,0 - 7,6 kuning ke biru
    3 Metil merah 4,4 - 6,2 merah ke kuning
    4 Metil jingga 3,1 - 4,4 merah ke kuning

Link terkait :
Senyawa Asam
Senyawa Basa
Senyawa Garam
Skala Keasaman dan Kebasaan