Rabu, 18 Januari 2012

Pengertian Listrik Statis

Untuk memahami pengertian listrik statis, kita bahas terlebih dahulu tentang partikel penyusun suatu materi. Seperti kita ketahui, bahwa semua materi yang ada di dunia ini tersusun atas partikel yang dinamakan dengan atom. Atom tersusun atas partikel subatom yang terdiri atas elektron, proton dan neutron. Elektron merupakan partikel subatom yang berada pada lapisan terluar kulit atom, sementara proton dan neutron merupakan partikel subatom yang berada pada inti atom. Sehubungan dengan elektron berada pada lapisan terluar dari sebuah atom, maka elektron mempunyai potensi untuk meloncat atau berpindah dari materi satu ke materi lainnya yang saling berdekatan. Peristiwa berpindahnya elektron tersebut tentunya akan mempengaruhi jumlah elektron pada suatu materi, sehingga kondisi elektron dalam sebuah materi dapat memiliki kelebihan elektron maupun kekurangan elektron. Kondisi atom yang kekurangan sejumlah elektron sehingga terjadi ketidak-seimbangan jumlah proton dan elektron akan menghasilkan atom bermuatan positif, sementara atom yang kebelihan jumlah elektron akan menghasilkan atom bermuatan negatif. Untuk atom yang kondisinya netral atau tidak bermuatan, adalah atom yang jumlah antara elektron dan protonnya sama atau seimbang.

Peristiwa suatu materi mempunyai atom bermuatan itulah yang dinamakan listrik statis. Kenapa dinamakan dengan listrik statis? karena berpotensi terjadi loncatan elektron dari satu materi bermuatan ke materi bermuatan lainnya untuk mencapai keseimbanga muatan.

Contoh dari peristiwa listrik statis adalah :
  1. Penggaris plastik yang digosok dengan kain woll
    Sebelum kedua benda ini saling digosokkan, keduanya mempunyai muatan netral, namun ketika keduanya saling digosokkan, terjadi loncatan elektron dari kain woll menuju penggaris plastik, sehingga penggaris menjadi bermuatan negatif, sedangkan kain woll bermuatan positif.
    Jika penggaris plastik tersebut didekatkan pada serpihan kertas kecil-kecil, maka kertas akan tertarik dan menempel pada penggaris plastik. Kenapa demikian? karena serpihan kertas yang semula bermuatan netral menjadi terinduksi akibat tertarik muatan negatif yang terkandung dalam penggaris plastik.
  2. Batang kaca yang digosok dengan kain sutera
    Pada peristisa ini, sebelum keduanya saling digosokkan antara batang kaca dan kain sutera semuanya bermuatan netral, namun setelah keduanya saling digosokkan terjadi loncatan elektron dari batang kaca ke kain sutera, akibatnya, batang kaca menjadi bermuatan positif, sedangkan kain sutera menjadi bermuatan negatif.
  3. Petir
    Sebelum hujan badai awan dalam kondisi netral, jumlah proton sama dengan jumlah elektron. Ketika hujan badai terjadi gesekan antara partikel-partikel awan dengan udara sehingga menyebabkan awan bermuatan listrik. Apabila awan melewati gedung yang tinggi, muatan negatif di dasar awan akan menginduksi bangunan gedung hingga muatan positif bergerak ke atas terkumpul di puncak gedung. Adapun, muatan negatif ditolak ke dasar gedung. Perbedaan jenis muatan antara awan dengan puncak gedung menyebabkan medan listrik. Apabila muatan pada awan bertambah, gaya elektrostatis akan memaksa muatan negatif meloncat secara tibatiba dari dasar awan ke puncak gedung yang disertai dengan bunga api listrik. Apabila hal itu terjadi, maka dikatakan gedung tersambar petir. Pelepasan muatan listrik secara tiba-tiba menghasilkan bunga api listrik yang disebut petir. Loncatan muatan melalui udara menghasilkan cahaya sangat kuat dan panas yang menyebabkan udara memuai mendadak. Pemuaian udara yang mendadak menghasilkan bunyi ledakan menggelegar yang disebut guntur.
    Petir dapat terjadi antara dari awan ke awan, tanah ke awan, dan dari awan ke tanah.